Contoh Makalah Seni Budaya (Seni Lukis)

Contoh Makalah Seni Budaya (Seni Lukis)
Sobat yang setia, masih ingatkan ketika kita sedang duduk dibangku TK, wah seru Ya! Kali ingin saya akan menyajikan bahasan mengenai Contoh Makalah Seni Budaya (Seni Lukis) mudah-mudah menjadi pengeratahuan bagi anda sekaligus menyulang kembali memori waktu di TK, Selamat Membaca
 

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Seni adalah karya seseorang yang menggambarkan tentang pengungkapan ekspresi. Sedangkan Rupa adalah bentuk-bentuk yang memiliki kedalaman isi atau volume. Seni rupa adalah cara mengekspresikan atau mengeluarkan gagasan, ide, pikiran, khayalan, dan gambaran yang ada dipikiran kita dengan media titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, gelap-terang, yang ditata dengan prinsip untuk menghasilkan karya yang indah dan bermakna.
Dari segi fungsinya, seni rupa dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik-beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapanproses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya (keterampilan tangan).
Dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu seni rupa dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja. Seni rupa tiga dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.
Di dalam sejarah Indonesia, seni lukis memegang peran penting, karena setiap lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu (baik dalam masa prasejarah hindu, islam, dll)
Dulu orang-orang melukisa didinding gua, alat-alat bahan yang digunakan juga sederhana seperti: tangan, batu mineral bewarna, kunyahan daun-daunan, dll. Contoh lukisan yang dibuat di gua seperti, di Gua Leang, Pattakere di Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, lukisan tentang perburuan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Seni Lukis
Beberapa pengertian kata seni: pengertian kata seni bisa diambil dari bahasa inggris art, yang berakar pada kata latin ars, yang memiliki arti: “Keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar.” Dari kata ini, kemudian berkembang pengertian Webster yaitu, “Penggunaan keterampilan dan imajinasi secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis. (Webster’s Collegiate Dictionary 1973, Hlm.63)
Pengertian lain diambil dari bahasa belanda ‘kunst’ yang mempunyai arti: “Suatu kesatuan secara structural dari elemen-elemen estetis, kualitas-kualitas teknis dan ekspresi simbolis yang mempunyai arti tersendiri dan tidak membutuhkan lagi pengesahan oleh unsur-unsur ular untuk pernyataan dirinya.” (Winkler Prins, Hlm.427)
Definisi seni kamus bahasa indonsia: “Kecakapan membuat atau menciptakan sesuatu yang elok-elok atau indah.”
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa, yang mengapresiasikan pengalaman artistik seorang seniman melalui bidang dua dimensi, sekaligus sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Seni lukis mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap terang melalui pertimbangan yang estetik.
Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) diatas bidang datar.
Lukisan adalah suatu bentuk ungkapan batin seseorang dari hasil suatu pengolahan ide berbakat pengalaman indrawi maupun pengalaman jiwa melalui susunan unsur-unsur estetis dengan ukuran dwi marta (dua dimensi). Ungkapan atau pernyataan batin yang juga disebut ekspresi dalam suatu karya seni, haruslah memiliki nilai kebebasan dan mengandung unsur keindahan. Tampilnya keindahan tidak selalu dalam pewujudan fisik dan visual semata-mata, tetapi dapat pula secara moral (perasaan) atau secara kedua-duanya. (M. Affandi, Ekspresi Simbolik, Religius dan Estetika dalam Karya Lukis Kaligrafi, (Yogyakarta: FPBS-IKIP, 1994), hlm. 134.


2.2 Alat dan Bahan
A. Alat-alat yang diperlukan dalam melukis terdiri dari:
1. Kuas
Kuas untuk melukis ukurannya bermacam-macam. Biasanya ada nomor urutannya, disarankan untuk mencari kuas yang berkualitas baik. Di ujung sikat kuasnya, bewarna cream.
2. Palet
Tempat untuk menampung, dan mecampurkan warna cat minyak. Pelukis biasanya memilih palet yang permukaannya licin, karena tidak akan menyerap minyak.
3. Tinner
Tinner digunakan untuk membersihkan kuas yang sudah bercampur dengan warna sehingga menjadi lebih bersih kembali dan mudah bila ingin menggunakan kuas kembali.
4. Pisau Palet
Pisau palet digunakan untuk meratakan cat minyak dan membuat efek pada lukisan.
5. Standing/Easel
Alat ini digunakan agar kanvas tegak dan tidak bergerak kemana-mana (tidak goyang)
6. Retouch Varnish
Retouch Varnish memiliki dua bentuk, dalam bentuk spray dan juga dalam bentuk oil atau sejenis cairan minyak, biasanya digunakan untuk finishing touch atau sentuhan terakhir. Kalau yang bentuk spray, biasanya digunakan untuk membersihkan lukisan akibat ada debu atau noda atau sejenisnya karena sudah lama disimpan, dan biasanya kalau varnish yang sering dipakai untuk finishing touch itu yang bentuknya cairan minyak, cukup oleskan secara rata di lukisan minyak yang sudah jadi dan yang sudah kering.

B. Bahan-bahan yang diperlukan untuk melukis terdiri dari:

Dalam melukis, bahan melukis dibagi menjadi dua:
1. Cat/Tinta
Sebenarnya, bahan melukis tidak hanya sebatas pada cat atau tinta, karena pada dasarnya semua bahan (baik yang alami ataupun buatan) yang sifatnya cair atau berbentuk pasta dapat digunakan untuk melukis. Contohnya: tanah liat, getah pohon, dll.
Namun seiring perkembangan zaman, terdapat juga bahan-bahan yang secara khusus dibuat untuk melukis. Contohnya: Cat minyak, cat air, cat akrilik, cat poster, cat tembok, cat besi/kayu, tinta bak atau tinta cina, cat tekstil, pastel/oil pastel/crayon, dll.
· Cat Minyak
Cat minyak terdiri atas partikel-partikel pigmen warna yang diikat (direkat) dengan media minyak.
Kelebihan cat minyak:
v Pigmen warna cat minyak lebih cemerlang
v Gradasi warna yang bisa dicapai oleh cat minyak pada skala gradasi paling besar.
v Ketahanan terdapat waktu lebih awet.

Kekurangan cat minyak:
v Membutuhkan waktu yang lama untuk kering.
v Baunya tajam dan menyengat
v Harga cat minyak lebih mahal dari cat-cat yang lain.
v Pada warna putih akan berubah menjadi kekuningan. Jika kena udara lembab dan akan kembali menjadi warna.
· Cat Air
Cat air/ aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Bidang lukisan yang digunakan dalam menggunakan cat air dapat berupa kertas, papyrus, plastik, kulit, kain, kanvas, dll.
Kelebihan cat air:
v Tidak berbau, mudah dibersihkan dan cepat kering.
Kekurangan cat air:
v Media air ini biasanya mudah luntur dan rawan terhadap tumpahan air

· Cat Poster
Cat poster juga berbahan dasar air, namun cat ini lebih pekat. Cat poster ada yang bisa dicampur air dan ada juga yang tidak perlu dicampur air. Cat ini untuk digunakan melukis di atas kertas. Cat poster yang beredar di pasaran biasanya dalam bentuk botol kecil. Perbedaannya dengan cat air adalah memiliki sifat opaque (Jenis warna yang bersifat menutup/melapisi) dan penggunaanya tidak encer.

· Cat Akrilik
Cat ini ada yang berupa serbuk dan pasta. Cat akrilik ini terbuat dari campuran bahan sintetis seperti resin dan polivinyl acetate yang cepat kering. Bahan ini umumnya bersifat lembut dan kaku, meskipun dicairkan dengan air/gel. Apabila telah kering, cat ini sangat tahan air. Cat ini mudah menutup dan cepat kering. Media lukis untuk bahan ini adalah dinding (tembok batu), kayu, kain, stryfoam, kanvas, ataupun kertas gambar.
Kelebihan cat akrilik:
v Bau tidak terlalu menyengat
v Cepat kering

· Tinta Bak/Tinta Cina/Tinta India
Tinta ini umumnya digunakan dalam membuat tulisan kaligrafi ataupun melukis. Tinta bak ada yang berupa batangan ataupun cair. Tinta bak yang berupa batangan harus diencerkan dengan air, yang berbentuk cair juga bisa pula ditambahkan air apabila sangat kental.

· Cat Tekstil
Cat Tekstil berbahan dasar air. Cat jenis ini khusus untuk melukis di atas kain. Cat ini cocok untuk kegiatan melukis t-shirt, sepatu kanvas atau tas kain. Setelah cat mengering bidang lukisan harus disetrika.


2. Bidang lukis
Bidang lukis adalah bidang datar atau bidang 2 dimensi untuk melukis/sebagai tempat melukis.
Banyak tempat yang bisa digunakan sebagai bidang lukis. Namun, tempat melukis yang paling umum ada 2:
Kertas
Kertas memiliki daya serap yang tinggi dibanding kanvas. Kertas cocok digunakan dengan bahan pewarna cat air, pensil, dan pastel. Selain itu kertas memiliki permukaan lebih halus dan tidak memiliki pori-pori, perlu dibutuhkan perhatian lebih untuk menggunakan bahan kertas karena umumnya bahan kertas dengan pewarna cat air dan sejenisnya sering menggunakan teknik yang tidak terlalu kental dan cenderung transparan agar memunculkan warna yang cerah.

Kanvas
Kanvas adalah salah satu media lukis dengan menggunakan cat minyak, terdapat berbagai ukuran dan ada juga yang berupa kanvas yang masih berupa gulungan, biasanya kanvas gulungan harganya lebih murah.
Memiliki pori yang ditutup dengan cat dasar putih, kanvas sangat cocok digunakan untuk cat minyak karena cat minyak membutuhkan ketebalan dalam pewarnaan dan kadang menggunakan metode palet yang membutuhkan teknik konstruksi (teknik untuk merancang) pada bidang melukisnya.


BAB III
PENUTUP
 
3.1. Kesimpulan

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa, sekaligus sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Seni lukis dalam penciptaannya akan mengolah unsur titik,garis,bidang,tekstur,warna, dan gelap terang melalui pertimbangan yang estetik sehingga menghasilkan lukisan yang indah dan bermakna.
Karya seni lukis umumnya fungsinya lebih ke arah sebagai seni rupa murni atau memang sengaja dibuat untuk dinikmati keindahan seninya.
Melukis secara umum di definisikan sebagai kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas bidang datar.
Berkaitan dengan definisi melukis diatas, untuk membuat suatu lukisan dibutuhkan alat dan bahan tertentu.
Bahan untuk melukis umumnya berupa cat dan bidang datar. Seperti: cat minyak, cat air, cat akrilik, cat poster, cat tembok, cat besi/kayu, tinta bak atau tinta cina, cat tekstil, pastel/oil pastel/crayon, dll.
Masing-masing jenis cat memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Bidang datar untuk melukis umumnya dapat dilakukan dimana saja. Namun, ada bidang datar yang memang khusus di buat sebagai tempat melukis seperti kanvas dan kertas.
Sedangkan untuk melukis dibutuhkan pula alat-alat tertentu seperti, kuas, palet, tinner, pisau palet, retouch vernish, dll.


Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_rupa
http://id.wikipedia.org/wiki/Cat_minyak
http://pengertianpengertian.blogspot.com/2011/12/pengertian-lukisan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Cat_air
http://nopik9a.wordpress.com/materi/seni-rupa/seni-lukis/
http://dirtcanvas.blogspot.com/2013/01/peralatan-melukis-dengan-cat-minyak.html
http://serdutnine.blogspot.com/2012/11/bahan-dan-alat-berbicara-mengenai-bahan.html
http://alfhadl.wordpress.com/2013/02/26/mengenal-jenis-jenis-cat-melukis/\
http://dirtcanvas.blogspot.com/2013/01/jenis-seni-lukis.html