Kumpulan Puisi Kemerdekaan Dan Perjuangan

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Dan Perjuangan
Kumpulan Puisi Kemerdekaan. Sahabat kampus untuk sajikan kali ini admin akan sedikit berbagai mengenai puisi kemerdekaan, Hari Kemerdekaan merupakan hari yang sangat bersejarah, untuk itu kita sebagai harus empati ikut serta membangun negeri ini biar tambah merdeka, Karena para penjajah diluar sana masih mencari celah supaya negera kita lumpuh, Nah buat sahabat kampus yang ingin berpuisi dan belajar puisi untuk mengisi hari kemerdekaan, admin akan sajikan  Kumpulan Puisi Kemerdekaan Dan Perjuangan . Ini adalah suatu motivasi bagi kita agar dapat menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa,tentunya tidak lupa bagi Agama. silahkan simak berikut ini:


PRAJURIT JAGA MALAM
Karya : Chairil Anwar


Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian


ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !


GERILYA
Oleh : W S Rendra


Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan


Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana


Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan


Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya


Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama


Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel


Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan


Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya


Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan


Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya


ATAS KEMERDEKAAN
Oleh : Supardi Djoko Damono


kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala


terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari yang ketujuh tiba


sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah


MENATAP MERAH PUTIH

Menatap merah putih
melambai dan menari – nari di angkasa


kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda


berkibarnya merah putih
yang menjulang tinggi di angkasa


selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah
pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!


menatap
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia


menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi


menatap
merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela
kibarannya di angkasa raya


berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian


HARI KEMERDEKAAN


Akhirnya tak terlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal


tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan


menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan.


Demikianlah yang bisa admin sajikan menganai Puisi kemerdekaan, Mudah-mudah jadi inspirasi bagi anda semuanya. terimakasih,